pertemuan 1 sampai 3



Pertemuan 1
RUANG LINGKUP FILSAFAT ILMU, PENALARAN, DAN LOGIKA
1. RUANG LINGKUP FILSAFAT ILMU
Filsafat ilmu adalah upaya untuk mencari kejelasan mengenai dasar-dasar konsep, dan teori tentang sesuatu yang belum terlalu pasti atau untuk mencari suatu yang ada dalam pemikirannya sendiriruang lingkup filsafat ilmu yaitu
a.       Menelaah berbagai konsep dan metode ilmu untuk memperoleh pengetahuan yang lebih luas.
b.      Penjelasan mengenai konsep dasar penyerapan dan pemahaman manusia.
Karasteristik berfikir filsafat yaitu:
1.      Sifat menyeluruh: sifat ketidak puasan ilmuan dalam mengenal ilmu.
2.      Sifat mendasar : adanya ketidakpercayaan seseorang apakah ilmu itu benar.
3.      sifat spekulatif : dari mana titik awal pemikiran tersebut
SEJARAH PERKEMBANGAN FILSAFAT ILMU
Pada masa Yunani kuno, filsafat secara umum sangat dominan, meski harus diakui bahwa agama masih kelihatan memainkan peran. Hal ini terjadi pada tahap permulaan, yaitu pada masa Thales (640-545 SM), yang menyatakan bahwa esensi segala sesuatu adalah air, belum murni bersifat rasional. Argumen Thales masih dipengaruhi kepercayaan pada mitos Yunani. Demikian juga Phitagoras (572-500 SM) belum murni rasional.
Sokrates menyumbangkan teknik kebidanan (maieutika tekhne) dalam berfilsafat. Bertolak dari pengalaman konkrit, melalui dialog seseorang diajak Sokrates (sebagai sang bidan) untuk “melahirkan” pengetahuan akan kebenaran yang dikandung dalam batin orang itu.Puncak zaman Yunani dicapai pada pemikiran filsafati Sokrates (470-399 sM), Plato (428-348 sM) dan Aristoteles (384-322 sM). Pada abad ke-6 SM orang Yunani mempunyai sistem kepercayaan bahwa segala sesuatunya harus diterima sebagai sesuatu yang bersumber pada mitos atau dongeng-dongeng,yang artinya suatu kebenaran lewat akal pikir (logis) tidak berlaku, yang berlaku hanya suatu kebenaran yang bersumber dari mitos  (dongeng-dongeng).

Pertemuan 2
2. PENALARAN
Penalaran adalah proses berpikir manusia untuk menghubungkan data atau fakta yang ada sehingga sampai suatu simpulan  
Macam-macam Penalaran, Penalaran ada dua jenis yaitu :
a. Induktif
Induktif adalah hal khusus menuju hal umum. Ya itu kuncinya “dari yang khusus menuju yang umum.
b. Deduktif
Deduktif adalah contoh suatu paragraf yang dibentuk dari suatu masalah yang bersifat umum, lebih luas. Setelah itu ditarik kesimpulan menjadi suatu masalah yang bersifat khusus.
Tahap-tahap penelaran
·         timbulnya rasa kesulitan saat memikirkan sesuatu.
Ciri- Ciri Penalaran :
1.      dilakukan dengan sadar
2.      didasarkan atas sesuatu yang sudah diketahui
3.      Sistematis
4.      terarah, bertujuan
5.      menghasilkan kesimpulan berupa pengetahuan, keputusan atau sikap yang baru
6.      sadar tujuan
7.      premis berupa pengalaman atau pengetahuan, bahkan teori yang telah diperoleh
8.      pola pemikiran tertentu
9.      Sifat empiris rasional
Pertemuan 3
3 LOGIKA
Logika adalah pikiran manusia dalam bernalar untuk menghasilkan kebenaran atau penyimpulan yang benar.
Logika deduktif dan logika induktif
Logika deduktif adalah logika yang bersifat deduktif, yakni suatu logika umum ke khusus.
Logika induktif merupakan suagam atau ragam logika yang mempelajari asas penalaran yang betul dari sejumlah sesuatu yang khusus sampai pada suatu kesimpulan umum yang bersifat boleh jadi
  OBJEK LOGIKA
Objek adalah sesuatu yang merupakan bahan dari penelitian atau pembentukan pengetahuan. 

Komentar